Al Muzan – TANPA KATA, NAMUN BERMAKNA

31 Januari, 2008

History of “Mahabatun Ayah” part 3

Filed under: film keren — muzan07 @ 6:41 pm

KISAH DI BALIK PRODUKSI AYAT-AYAT CINTA

Bukan sekali ini aku mendapatkan persoalan pada saat membuat film. Persoalan buatku adalah sahabat karib. Di Dapur Film aku menekankan ke teman-teman, jika mau terjun ke dunia film, persoalan adalah bagian hidup kita. Bukan berarti kita mencari persoalan, tapi persoalan harus kita sikapi sebagai tantangan. Akan tetapi persoalan yang menimpaku sekarang ini seolah tak berujung. Menangis sudah bukan suatu yang luar biasa lagi.
Sejak kabar kita bakal sulit shooting di kairo aku jadi tidak bergairah. Tapi kabar film AAC bakal diproduksi sudah beredar. Posisiku sulit. Bersamaan dengan itu film produksi pertama MD yang berbujet besar drop di pasaran. Sebuah film yang dianggap idealis, bahkan tidak mampu menembus angka 100 ribu penonton. Keyakinan producer mulai goyah.
‘Apakah kamu masih yakin AAC akan diproduksi?’ Kata producer padaku,
‘Iya’ jawabku yakin. Sekalipun aku sendiri tidak tahu apakah keyakinan itu sekuat dulu.
‘Apakah AAC adalah film yang bakal di tonton?’ tanyanya kemudian.
Aku lalu ingat pernyataannya tentang 80% penduduk Indonesia adalah muslim. Kemudian aku membalikkan pernyataan itu kepadanya. Jawabnya …
(lagi…)

Tema: Banana Smoothie. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.